“Perkuat Sinergi Antar-PTKIN, Mudir Ma’had UIN Sumatera Utara Kunjungi Ma’had Darul Hikmah UIN Syekh Wasil Kediri”

Galeri Kegiatan

Kunjungan Mudir Ma’had UIN Sumatera Utara ke UIN Syekh Wasil Kediri, pada Senin, 22 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum berbagi pengalaman dalam pengelolaan Ma’had di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Pertemuan berlangsung di ruang layanan utama Ma’had al-Jami’ah yang berlokasi di Gedung Asrama Lantai 1 UIN Syekh Wasil Kediri.

Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan sejumlah fasilitas kampus. Delegasi Ma’had UIN Sumatera Utara diajak mengunjungi kawasan kampus utama, Kampus Gedung R, berbagai fakultas, hingga kompleks gedung baru UIN Syekh Wasil yang berada di kawasan Sumber Jiput, Ngronggo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Masjid Abi Sa’roni dan asrama Ma’had al-Jami’ah sebagai pusat pembinaan mahasiswa berbasis pesantren.

Mudir Ma’had UIN Sumatera Utara, Idris Siregar, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari tata kelola Ma’had al-Jami’ah, sistem pembinaan mahasantri, serta manajemen kegiatan kemahasiswaan yang diterapkan di UIN Syekh Wasil Kediri. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama dan memperkuat jejaring antar-Ma’had PTKIN menjelang penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Mudir Ma’had PTKIN se-Indonesia yang akan dilaksanakan di Palangka Raya pada Agustus mendatang. Forum tersebut mengangkat tema penguatan peran Ma’had dalam menanamkan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan kampus PTKIN.

Dalam sesi diskusi, kedua pimpinan Ma’had turut membahas strategi pengelolaan program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) sebagai salah satu program utama pembinaan keagamaan mahasiswa. Kepala UPA Ma’had al-Jami’ah UIN Syekh Wasil Kediri, Ahmad Sholihuddin, menegaskan bahwa pembelajaran BTQ dan Program Intensif Baca Diniyah (PIBD) memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung identitas keislaman PTKIN. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kompetensi dasar mahasiswa dalam membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab institusi dalam membentuk lulusan yang unggul secara akademik dan memiliki kualitas keagamaan yang baik.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap pengembangan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan PTKIN, Ma’had al-Jami’ah UIN Syekh Wasil Kediri menyerahkan seperangkat buku ajar BTQ Metode Jamiati kepada delegasi Ma’had UIN Sumatera Utara. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan model pembelajaran BTQ yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui sinergi dan kolaborasi antar-Ma’had PTKIN, diharapkan lahir lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.