Munas Mudir Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia XIII di Palangkaraya

Uncategorized

Pembukaan Musyawarah Nasional (MUNAS) Mudir Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia XIII berlangsung dalam suasana khidmat, antusias, dan sarat dengan semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Basnang Said, M.Ag., Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. Muh. Khoirul Rifa’i, M.Pd.I., Ketua Asosiasi Mudir Ma’had Al-Jami’ah Nasional (AMMAN), Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag., serta Penasihat AMMAN, Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, L.C., M.A. Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan UIN Palangka Raya, para Mudir Ma’had Al-Jami’ah dari PTKIN seluruh Indonesia, serta delegasi mahasantri yang berasal dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa MUNAS menjadi ruang strategis untuk membangun kesamaan persepsi di antara para pengelola Ma’had Al-Jami’ah. Forum tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pertemuan rutin, tetapi mampu melahirkan keputusan, kebijakan, dan rekomendasi strategis yang dapat mendukung penguatan kelembagaan Ma’had Al-Jami’ah. Melalui proses musyawarah dan pertukaran gagasan, kolaborasi antarma’had diharapkan semakin kuat sehingga mampu mewujudkan pengelolaan Ma’had Al-Jami’ah yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Ketua Asosiasi Mudir Ma’had Al-Jami’ah Nasional (AMMAN), Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag., turut menyampaikan apresiasi kepada UIN Palangka Raya atas kesediaannya menjadi tuan rumah MUNAS Mudir Ma’had Al-Jami’ah XIII sekaligus Musabaqah Ilmiyah Tahun 2026. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut memiliki arti penting bagi penguatan posisi dan kelembagaan Ma’had Al-Jami’ah dalam sistem pendidikan nasional.

Lebih lanjut, forum tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi Ma’had Al-Jami’ah secara formal serta meningkatkan kualitas pembinaan karakter mahasiswa. Pertemuan para Mudir Ma’had Al-Jami’ah PTKIN dalam format MUNAS dinilai memiliki fungsi strategis sebagai ruang membangun jejaring kelembagaan, bertukar pengalaman dan gagasan, sekaligus melakukan konsolidasi dalam pengelolaan Ma’had di berbagai PTKIN. Selain itu, forum ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi, refleksi, dan pengembangan inovasi guna meningkatkan kualitas tata kelola serta merumuskan strategi pengembangan Ma’had Al-Jami’ah yang lebih responsif terhadap perubahan lingkungan pendidikan.

MUNAS Mudir Ma’had Al-Jami’ah Tahun 2026 mengangkat tema “Ma’had Al-Jami’ah sebagai Laboratorium Integrasi Ilmu, Identitas, dan Peradaban Islam di Era Disrupsi Digital.” Tema tersebut merepresentasikan arah pengembangan Ma’had Al-Jami’ah yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan aspek keagamaan dan karakter mahasiswa, tetapi juga diarahkan sebagai ruang pengembangan intelektual, pembentukan identitas mahasantri, serta penguatan nilai-nilai peradaban Islam. Dalam konteks perubahan teknologi dan sosial yang berlangsung cepat, Ma’had Al-Jami’ah dituntut mampu merespons perkembangan tersebut secara konstruktif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman.

Puncak rangkaian pembukaan ditandai dengan penyampaian arahan sekaligus pernyataan resmi pembukaan oleh Direktur Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Basnang Said, M.Ag. Dalam arahannya, Basnang Said menekankan pentingnya transformasi pesantren melalui penguatan tata kelola kelembagaan, pemanfaatan teknologi digital, penyelenggaraan pendidikan yang unggul dan terintegrasi, peningkatan kemandirian ekonomi, serta pengembangan pesantren yang mampu merespons tuntutan modernisasi. Transformasi tersebut tetap harus dilaksanakan dengan mempertahankan karakter, nilai, dan identitas pesantren sebagai institusi pendidikan Islam.

Dalam kerangka tersebut, Ma’had Al-Jami’ah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan keislaman di lingkungan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman. Penguatan kelembagaan dan tata kelola Ma’had Al-Jami’ah diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, penghayatan nilai-nilai keislaman, pembentukan karakter, serta pemenuhan kebutuhan mahasiswa dalam menghadapi kompleksitas kehidupan pada era digital.

Setelah pembukaan resmi, seluruh peserta akan mengikuti berbagai agenda yang telah dipersiapkan. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi seminar nasional, musyawarah para Mudir Ma’had Al-Jami’ah, serta Musabaqah Ilmiyah yang melibatkan mahasantri dari PTKIN se-Indonesia. Kehadiran berbagai agenda tersebut menunjukkan bahwa MUNAS tidak hanya berorientasi pada aspek kelembagaan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan kapasitas intelektual, spiritual, dan kreativitas mahasiswa.

Dalam Musabaqah Ilmiyah, para mahasantri akan berkompetisi dalam sejumlah cabang perlombaan, antara lain Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) dengan materi kitab Fathul Qorib al-Mujib, Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) 10 Juz yang mencakup Juz 1–10, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta Musabaqah Karya Tulis Ilmiah (MKTI). Berbagai cabang tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan keagamaan, intelektual, literasi, serta kreativitas akademik para mahasantri.

Secara keseluruhan, MUNAS Mudir Ma’had Al-Jami’ah XIII dan Musabaqah Ilmiyah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi kelembagaan, tetapi juga memperkuat jejaring komunikasi dan kolaborasi antarma’had serta menghasilkan gagasan inovatif bagi pengembangan Ma’had Al-Jami’ah di lingkungan PTKIN seluruh Indonesia.